Sabtu, 01 Mei 2010

Misteri Negara Atlantis mulai tersingkap ?Ternyata ada di NATUNA KEPRI

Dari Peradaban awal manusia di Atlantis (Nusantara) ke Plato lalu kembali Indonesia kini.



Setiap umat mempunyai batas waktu(ajal-nya), makakala ia telah tiba, maka mereka tidak akan bisamengundurkannya sesaat pun, tidak pula mereka bisa memajukannya.” (QS7:34)
 
Bulan-bulanini bangsa Indonesia diharu-biru oleh berbagai isu, ketegangan konflikdan meningkatnya suhu politik, serta berbagai perilaku aneh parapolitisi dan kontestan pemilu caleg yang gagal. Ada yang stress,depresi berat, lalu gila. Ada yang ‘mutung’ mengambil kembali barangbantuannya yang sudah diberikannya ketika kampanye tapi gagal menangpileg. Bahkan tidak sedikit yang bunuh diri, dan-atau melakukanpembunuhan.
Fenomena-fenomena aneh dalam praktek kehidupan sosial dan sistem politik bangsa Indonesia saatgarudapancasilaini semakin memperlihatkan praktek dan perwujudan cara berfikir(filsafat/pandangan dunia) yang jauh dari realisasi asasi nilai-nilailuhur Panca Sila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaandalam permusyaratan-perwakilan”. Jelasnya hampir semua (sebagian besar)perilaku sosial-politik bangsa Indonesia kini didominasi kendali pahampikir keserakahan materialistis. Prinsip falsafah Pancasilais:”Ketuhanan Yang Maha Esa” dan ”Kemanusiaan yang adil dan beradab” telahtergusur oleh falsafah ”Keuangan yang maha kuasa” dan ”Kebinatanganyang zalim dan biadab”.


Praktekkehidupan sosial-politik dan ekonomi anak bangsa tak lagi terpimpinoleh semangat kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah-Kebijaksaan.Demokrasi masih menjadi sekedar menjadi alat formal-proseduralpengumpul legitimasi untuk berkuasanya para elite politik-ekonomi.Paling tidak itulah yang dirasakan oleh beberapa pengamat dantokoh-tokoh yang prihantin dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.
plato statueLaluapa hubungannya dengan Plato, filosof kelahiran Yunani (Greekphilosopher) yang hidup 427-347 Sebelum Masehi (SM)? Plato adalah salahseorang murid Socrates, filosof arif bijaksana, yang kemudian matidiracun oleh penguasa Athena yang zalim pada tahun 399 SM. Setelahkematian gurunya, Plato sering bertualang, termasuk perjalanannya keMesir.
Pada tahun 387 SM diakembali ke Athena dan mendirikan Academy, sebuah sekolah ilmupengetahuan dan filsafat, yang kemudian menjadi model buat universitasmoderen. Murid yang paling terkenal dari Academy tersebut adalahAristoteles yang ajarannya punya pengaruh yang hebat terhadap filsafatsampai saat ini.
Demipemeliharaan Academy, banyak karya Plato yang terselamatkan. Kebanyakankarya tulisnya berbentuk surat-surat dan dialog-dialog, yang palingterkenal adalah Republic. Karya tulisnya mencakup subjek yang terentangdari ilmu pengetahuan sampai kepada kebahagiaan, dari politik hinggailmu alam.
Dua dari dialognya, Timeaus and Critias, memuat satu-satunya referensi orsinil tentang pulau Atlantis (the island of Atlantis).
Platomenyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusangunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, danbanjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam.Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.
coverbukuatlantisthumbPenelitianmutakhir yang dilakukan oleh Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskanteorinya bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebutIndonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, iamenghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005).Santos menampilkan 33 perbandingan ciri-ciri dari 12 lokasi di mukabumi yang diduga para sarjana lain sebagai situs Atlantis, seperti luaswilayahnya, cuacanya, kekayaan alamnya, gunung berapinya, dan carabertaninya, dll. yang akhirnya Santos menyimpulkan bahwa Atlantis ituadalah Indonesia sekarang. Salah satu buktinya adalah sistem terasisasisawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi olehCandi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

 
ArysoSantos juga menerapkan analisis filologis (ilmu kebahasaan),antropologis dan arkeologis dalam penelitiannya. Dia banyak mendapatkanpetunjuk dari reflief-relief dari bangunan-bangunan dan artefakbersejarah dan piramida di Mesir, kuil-kuil suci peninggalan peradabanMaya dan Aztec di Amerika Selatan, candi-candi dan artefak-artefakbersejarah peninggalan peradaban Hindu di lembah sungai Hindustan(Peradaban Mohenjodaro dan Harrapa). Juga dia mengumpulkanpetunjuk-petunjuk dari naskah-naskah kuno, kitab-kita suci berbagaiagama seperti the Bible dan kitab suci Hindu Rig Veda, Puranas, dll.

Piramida Aztex di Benua Amerika

Candi Sukuh di Gunung Lawu Jawa Tengah yang mirip dengan Candi Suku
http://www.atlan.org/articles/checklist/ )




Konteks Indonesia Secara Geologis dan Geografis
Menurut Prof. Dr. H. Priyatna AbdulRasyid, Ph.D. Direktur Kehormatan International Institute of Space Law(IISL), Paris-Prancis: bukanlah suatu kebetulan ketika Indonesia padatahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU No.4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakanbahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuanwilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum LautInternasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ributahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yangmenyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnyasekarang.
karakatau-mletus
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang memben-tangdari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, teruske arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Diwilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingioleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari SamuderaHindia dan Samudera Pasifik.
cracatoa 
TeoriPlato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibatletusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itusebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (eraPleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secarabersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu,maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air yang berasal daries yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dangunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunungberapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Samosir, yangmerupakan puncak gunung Toba yang meletus pada saat itu. Letusan yangpaling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yangmemecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selatdataran Sunda.
Kata Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya(Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itumerupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaanalam, ilmu pengetahuan-teknologi, dan lain-lainnya. Plato menduga bahwaletak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, iabersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yangberarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentangoleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo,Einstein, dan Stephen Hawking.
Santosberbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil ituberargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunungberapi itu, menyebabkan lapisan es di muka bumi mencair dan mengalir kesamudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abugunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkantekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama padapantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagioleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun danmenimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos, dengan mengutipteori para geolog, menamakannya sebagai Heinrich Events, bencanakatastrop yang berdampak global. Beberapa artikel resume dari bukuAryso Santos ini dipublikasikan di situs internetnya di http://www.atlan.org.
MenurutSantos, dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarahdunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenaibentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benuaAtlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang olehSantos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbuktitidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karenaitu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Priyatnamengatakan: ”Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Platodan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelamitu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah RepublikIndonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi diIndonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani.Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.”
Ketiga,soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampurair laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap kedalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alamyang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable(tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasusdi Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yangmenunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Adakemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas darimasa yang lampau.
MenurutPriyatna, bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahliwaris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidakrendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis padamasanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawanbencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnyakita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmupengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
Koran Republika, Sabtu, 18 Juni 2005 menulis bahwa para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis isIndonesia. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang ‘Atlantis’masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantiscuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telahditulis oleh para pakar.
Bagi para arkeolog atau oceanografermoderen, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-tekidi mana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benuaAtlantis terletak di Samudera Atlantik.
Sebagianarkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunyaadalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kiniditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam,benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.
”Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis isIndonesia,” kata Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ProfUmar Anggara Jenny, Jumat (17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia Archipelago, 28-30 Juni 2005.
KataUmar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan pentingsoal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting iniadalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatanyang tenggelam setelah zaman es.
Hipotesaitu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makinmutakhirnya pengetahuan tentang arkeologi molekuler. Tema ini,lanjutnya, bahkan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposiuminternasional di Solo, 28-30 Juni 2005
MenurutUmar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis — jikamemang benar — adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajianbiomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang miripdengan bangsa Austronesia tertua.
BangsaAustronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, sepertibayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato.Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’,bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.
Merekalalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yangdisinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahunlampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.
KetuaIkatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak,mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwabenua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable.
Yangjelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulukala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negaraIndia. ”Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atauKalimantan,” terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwanmengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yanghilang, meski itu masih menjadi perdebatan yang perlu diverifikasisecara ilmiah oleh berbagai pihak yang berwenang (otoritatif), misalnyaBadan Arkeologi Nasional RI.
Dominasi Austronesia
Thebiblical flood really did occur – at the end of the last Ice Age. TheFlood drowned for ever the huge continetal shelf of Southeast Asia, andcaused a population dispersal which fertilized the Neolithic culturesof China, India, Mesopotamia, Egypt and the eastern Mediterranean, thuscreating the first civilizations. The Polynesians did not come fromChina but from the islands of Southeast Asia. The domestication of ricewas not in China but in the Malay Peninsula, 9,000 years ago. In thisground breaking new book Stephen Oppenheimer reveals how evidence fromoceanography, archaeology, linguistics, genetics and folkloreoverwhelmingly suggests that the lost ‘Eden’ – the cradle ofcivilization – was not in the Middle East, as is usually supposed, butin the drowned continent of Southeast Asia. ( Stephen Oppenheimer)
http://www.bradshawfoundation.com/stephenoppenheimer/reading.html
MenurutUmar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuahfenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yangpaling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dariMadagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kinidituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.
”Pertanyaannyadari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas dan cepatyakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinyasehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar.
Salahsatu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa Austronesiaberasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es. Populasi yangsudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan hinggake Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban.

Peta Penyebaran Umat Manusia pasca LedakanSupervolcano Toba 75.000 tahun yang lalu. Silahkan di-klik link-nyauntuk melihat animasi lengkapnya
Apa yang diungkap Prof. Dr.Umar Anggara Jenny dan Harry Truman tentang sebaran dan pengaruh bahasadan bangsa Austronesia ini dibenarkan oleh Prof.Dr. Abdul Hadi WM,budayawan dan sastrawan terkemuka Indonesia.
Konteks Indonesia secara Filosofis dan Spiritual

 
Secara filosofis dan historis, apa yang telah dirumuskan oleh para Founding Fathers RepublikIndonesia menjadi Panca Sila, apakah secara langsung atau tidak,mungkin terinspirasi atau ada kemiripan (paralelisme) dengan konsepPlato tentang “Negara Ideal” yang tertulis dalam karyanya “Republic”.Konsep Plato tentang sistem kepemimpinan masyarakat dan siapa yangberhak memimpin bangsa, bukanlah berdasarkan sistem demokrasiformal-prosedural yang liberal ala demokrasi Barat (Amerika) saat ini.Secara sederhana konsep kepemimpinan Platonis adalah “King Philosopher” atau “Philospher King”. Konsep ini Plato dapatkan dari kisah tentang sistem pemerintahan dan negara Atlantis.
MenurutPlato suatu bangsa hanyalah akan selamat hanya bila dipimpin oleh orangyang dipimpin oleh “kepala”-nya (oleh akal sehat, ilmu pengetahuan danhati nuraninya), dan bukan oleh orang yang dipimpin oleh “otot dandada” (arogansi), bukan pula oleh “perut” (keserakahan), atau oleh “apayang ada di bawah perut” (hawa nafsu). Hanya para filosof, yangdipimpin oleh kepalanya, yaitu para pecinta kebenaran dankebijaksanaan-lah yang dapat memimpin dengan selamat, dan bukan pulapara sophis (para intelektual pelacur, demagog) seperti orangkaya yang serakah (tipe Qarun, “manusia perut” zaman Nabi Musa), atautipe Bal’am (ulama-intelektual-penyihir yang melacurkan ilmunya kepadatiran Fir’aun). Plato membagi jenis karakter manusia menjadi 3:“manusia kepala” (para filosofof-cendikiawan-arif bijaksana), “manusiaotot dan dada” (militer), dan “manusia perut” (para pedagang,bisnisman-konglomerat). Negara akan hancur dan kacau bila diserahkankepemimpinannya kepada “manusia otot-dada” atau “manusia perut”,menurut Plato.
Dr. Jalaluddin Rakhmat menjelaskan dalam konteks terminologi agama mutakhir: Islam, istilahPhilosophia atau Sapientia, era Yunani itu identik dengan terminologi Hikmah dalam al-Qur’an. Istilah Hikmah terkait dengan Hukum(hukum-hukum Tuhan Allah SWT yang tertuang dalam Kitab-Kitab Suci paraNabi dan para Rasul Allah, utamanya Al-Qur’an al-Karim, dan SunnahRasulullah terakhir Muhammad SAW, yang telah merangkum dan melengkapiserta menyempurnakan ajaran dan hukum rangkaian para nabi dan rasulAllah sebelumnya. Hukum yang berdasarkan dan bergandengan dengan Hikmah, bila ditegakkan oleh para Hakim dalam sebuah sistem Hukumah (pemerintahan) inilah yang akan benar-benar dapat merealisasikanprinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah-kebijaksanaandalam permusyawaratan-perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruhrakyat Indonesia.
Makasemakin jelaslah mengapa konsep kepemimpinan berdasarkan Panca Sila ituterkait erat dengan konsep kepemimpinan negara versi Plato, karena iamengambilnya dari peradaban tertua yang luhur dari peradaban umatmanusia pertama (Adam As dan keturunannya) yang mendapat hidayah danilmu langsung dari Tuhan YME: Allah SWT. Dan entah benar atau tidak,lokasinya adalah di Nusantara (Asia Tenggara).

Surga Atlantis, Yunani dan Indonesia

Plato mendapatkan ilham filsafatpolitiknya serta informasi tentang peradaban dan perikehidupan bangsaantik yang luhur Atlantis, dari Socrates gurunya, juga dari jalurkakeknya yang bernama Critias. Di mana Critias mendapatkan beritatentang Atlantis dari Solon yang mendapatkannya dari para pendeta(ruhaniawan) di Mesir kuno.
tsunami-krakatoa1 
Menurutpenelitian Aryso Santos, para pendeta (rohaniwan) Mesir kuno ini,mewarisi informasi tentang Atlantis ini dari para leluhurnya yangberasal dari Hindustan (India yang merupakan peradaban Atlantis ke-2)dari peradaban bangsa Atlantis pertama di Sunda Land (Lemuria) atauNusantara. Aryso Santos juga menemukan banyak informasi-informasi yangmengarahkan kesimpulannya dari artefak-artefak dan situs bersejarah diMesir.
ArysoSantos juga menemukan bahwa cerita tentang Atlantis terkait dengankisah para “dewa’ dalam mitologi Yunani dan perikedupan manusiapertama, keluarganya dan masyarakat keturunannya,. Cerita ini adakemiripan dengan kisah Zeus dalam mitology dan legenda Yunani, jugadengan kisah dalam kitab suci Hindu Rig Veda, Puranas, dll. “Allnations, of all times, believed in the existence of a PrimordialParadise where Man originated and developed the fist civilization ever.This story, real and true, is told in the Bible and in Hindu Holy Bookssuch a the Rig Veda, the Puranas and manyothers. That this Paradise lay “towards the Orient” no one doubts,excepting some die-hard scientists who stolidly hold that the differentcivilizations developed independently from each other even in suchunlikely, late places such as Europe, the Americas or the middle of theAtlantic Ocean. This, despite the very considerable contrary evidencethat has developed from essentially all fields of the human sciences,particularly the anthropological ones. It is mainly on those that webase our arguments in favor of the reality of a pristine source ofhuman civilization traditionally called Atlantis or Eden, etc.” tulis Aryso Santos.
Yangcukup mengejutkan adalah bahwa Peradaban kuno Atlantis, yangkemungkinan adalah peradaban pertama umat manusia, justru sudah beradab(civilized) dan punya kemampuan sains dan teknologi, dan sistemkemasyarakatan dan ketatanegaraan ideal yang cukup maju yang takterbayangkan oleh kita sekarang itu dapat terjadi 11.600 tahun yanglalu. Dari sudut pandang umat Islam, hal ini tidaklah mengherankan,karena Nabi Adam, sebagai manusia (kalifatullah) pertama telah diajariAllah semua ilmu pengetahuan tentang nama-nama (QS 2 : 30)
Sebuahbangsa kepulauan, yang menurut anggapan Plato berlokasi di tengahSamudra Atlantik, dihuni oleh suatu ras manusia yang mulia dan sangatkuat (noble and powerfull). Rakyat tanah air tersebut sangatmakmur sejahtera yang sangat bersyukur atas segala karunia sumber dayaalam yang diketemukan di seantero kepulauan mereka. Kepulauan ituadalah sebuah pusat perdagangan dan kegiatan komersial. Pemerintahannegeri itu memperjalankan para penduduknya untuk memperdagankan hasilbuminya sampai ke Afrika dan Eropa
Negara Atlantis.

Poseidon = Pasundan ???
Menurutcerita Plato Atlantis adalah wilayahnya Poseidon, dewa laut. KetikaPoseidon jatuh cinta kepada wanita yang bisa mati, Cleito, dia membuatsebuah sumur di puncak bukit di tengah-tengah pulau dan membuatkanal-kanal air berbentuk lingkaran cincin di sekitar sumur tersebutuntuk melindungi istrinya itu. Cleito melahirkan lima pasang anakkembar laki-laki yang menjadi penguasa pertama Atlantis. Negeri pulauitu dibagi-bagi di antara para saudara laki-lakinya. Yang tertua,Atlas, raja pertama Atlantis, diberi kontrol atas pusat bukit dan areasekitarnya.
Pada puncak tengah bukit, untukmenghormati Poseidon, sebuah bangunan candi, kuil atau istana dibangunyang menempatkan sebuah patung emas raksasa dari Poseidon yangmengendarai sebuat kereta yang ditarik kuda terbang. Di sinilah parapenguasa Atlantis biasa mendiskusikan hukum, menentapkan keputusan danmemberi penghormatan kepada Poseidon.
Untukmemfasilitasi perjalanan dan perdagangan, sebuah kanal (saluran) airdibuat memotong cincin-cincin kanal air yang melingkari wilayah,sehingga terbentuk jalan air sepanjang 9 km ke arah selatan menuju laut.
KotaAtlantis menduduki tempat pada wilayah luar lingkaran cincin air,menyebar di sepanjang dataran melingkar sepanjang 17 km. Inilah tempatyang padat penduduk di mana mayoritas pendudukanya tinggal.
 
Dibelakang kota terhampar seuatu lahan subur sepanjang 530 km dan selebar190 km yang dikitari oleh kanal air lain yang digunakan untukmemngumpulkan air dari sungai-sungai dan aliran air pengunungan.Iklimnya memungkinkan mereka dapat 2 kali panenan dalam setahun. Padasaat musim penghujan, lahan disirami air hujan dan pada musimpanas/kemarau, lahan diairi irigasi dari kanal-kanal air.
Mengitaridataran di sebelah utaranya ada pengunungan yang menjulang tinggi kelangit. Pedesaaan, danau-danau dan sungai dan meadow menandaititik-titik pengunungan.
Disampinghasil panenan, kepulauan besar tersebut menyediakan semua jenis tanamanherbal, buah-buahan dan kacang-kacangan, dan sejumlah hewan termasukgajah, yang memenuhi kepulauan.
 
Darigenerasi ke genarasi orang-orang Atlantean hidup dengan sederhana,hidup penuh dengan kebaikan. Namun lambat-laun meerka mulai berubah.Keserakahan dan kekuasaan mulai mengkorupsi mereka. Ketika Maha DewaZeus melihat ketidakdapatmatian (immortality) para penduduk Atlantis,maka Dia mengumpulkan para dewa lainnya untuk menentukan sebuah hukumanyang layak bagi mereka.
Segera,dalam sebuah bencana besar mereka lenyap. Kepulauan Atlantis,penduduknya, dan ingatan-ingatanya musnah tersapu lautan.
Ringkasan cerita yang dikisahkan Plato ini sekitar tahun 360 SM dalam dialognya Timaeus and Critias.Karya tulis Plato ini adalah satu-satunya referensi yang diketahuimengenai Atlantis. Ini telah menimbulkan kontroversi dan perdebatanlebih dari 2 ribu tahun lamanya.
Replika Situs Atlantis telah diketemukan di Sumatra ?
Beberapaorang yang penulis temukan secara tak sengaja, antara Maret-Mei tahunini telah mengaku menemukan jejak-jejak situs yang diduga kemungkinanbesar adalah replika situs Atlantis. Menurut pengakuan mereka, merekaterdorong oleh ilham dan mimpi serta cerita-cerita tambo, mitos danlegenda yang diwarisi dari leluhur mereka tentang cerita istana Dhamnayang hilang di tengah pulau Sumatra, di sekitar perbatasan PropinsiSumatra Barat, Jambi dan Riau.
 
Sekitar6 bulan mereka melakukan riset dan ekspedisi ke lokasi, denganpartisipasi seorang arkeolog dan panduan beberapa tokoh masyarakat adatsetempat mereka menemukannya di tengah bukit dan hutan yang sukardijangkau manusia. Di tempat yang sekarang dikenal sebagai Lubuk Jambiitu konon telah diketemukan oleh masyarakat setempat berbagai artefakdan sisa bangunan peninggalan kerajaan Kandis, yang diduga Atlantis itudi dekat sungai Kuantan Singgigi. Beberapa foto dirimkan oleh merekakepada penulis sebagai bukti hasil ekspedisi mereka. Namun demikian,menurut mereka, tempat tersebut dijaga dan dipelihara, selain olehmasyarakat adat setempat juga oleh kekuatan makluk supra naturaltertentu yang menjaganya ribuan tahun. Bahkan menurut mereka, jarumkompas yang mereka bawa ke tempat itu pun tidak bisa berfungsi lagi,karena pengaruh kutub magnetis bumi pun menjadi hilang di sana. Salahsatu dari tim ekspedisi itu mengaku melihat dan merasakan kehadiransemacam siluman macan/harimau yang menjaga tempat itu. Wallahu ‘alam bishawab.
Lebih lanjut silahkan baca makalah pimpinan team ekspedisi Kandis itu di : http://ahmadsamantho.wordpress.com/2009/06/22/kerajaan-kandis-“atlantis-nusantara”/
 
Namunterlepas dari benar tidaknya pengakuan mereka, ada juga beberapa pihakyang mengaitkan diketemukannya bukti-bukti situs Atlantis sebagaiperadaban umat manusia pertama dengan sejarah kehidupan Nabi Adam Asdan anak-cucu keturunannya, dengan prediksi kebangkitan kembaliagama-agama dan spiritualisme dunia menjelang akhir zaman. Ini kononterhubung dengan persiapan kedatangan Imam Mahdi dan mesianismekebangkitan kembali Nabi Isa al-Masih, sebelum kiamat tiba.
Inilahyang mungkin masih menjadi pertanyaan tersirat ES Ito yang menulisnovel Negara Kelima. Bagaimanakah revolusi menuju negara ke lima itumendapatkan jalannya?
 
Nusantara,Indonesia sekarang, menurut Tato Sugiarto, telah dipersiapkan Tuhan YMEsebagai negeri tempat persemaian dan tumbuh kembangnya kearifan ilahiahdan shopia perennialis yang berevolusi melalui berbagai agamadunia dan kearifan-kearifan lokal nusantara, yang merefleksikanfalsafah Bhineka Tunggal Ika. Menurut pria kelahiran 1937, mantan tea tasterdan market analisis PT perkebunan I – IX Sumatara Utara – Aceh, walauterjadi paradoks –di balik krisis lingklungan seiring dengan krisisperadaban global, mengutip Alvin Tofler, terjadi pula gejala-gejalakebangkitan agama-agama, yang paralel dengan kebangkitan spiritualismemenurut John Naisbit. Ini menutut Tato, adalah pertanda masa transisiproses kebangkitan umat manusia menyosong tranformasi menuju“Kebangkitan Peradaban Mondial Millenium Ketiga”.
 
Gejalaini juga terlihat jelas di kawasan Nusantara ini, dan pesan-pesannyapun dipahami para ahli makrifat yang waskita. Walau fenomena ini tampilparadoksal, namun sesungguhnya bersifat komplementer, merupakan survival instinct manusia. Ini merupakan peringatan dini dalam mengatisipasi apocaliptic threats yang akan hadir di masa datang. Prophetic intelegence yang relevan dengan itu berabad-abad yang lampau sebenarnya telah diisyaratkan dalam Injil dan al-Qur’an sebagai nubuat(ramalan) Kebangkitan Isa al-Masih (QS 3: 55, QS 19:33) ataupun yangdalam pagelaran wayang purwo ditampilkan sebagai mitos “Kresna Gugah”.
TatoSugiarto menjelaskan: Wayang Purwo warisan Wali Songo adalah “tontonandan tuntunan” adiluhung yang cocok dengan semua agama. Tampil sebagaiseni budaya yang sarat dengan muatan aneka ilmu pengetahuan.

Kresna Gugah = Kebangkitan Imam Mahdi ???
Mediumpendidikan massal ini dikemas sebagai total arts, yang kehadirannyamewakili pagelaran seni makrifat atau meditative arts. Kini wayangpurwo telah melampaui batas wilayah Nusantara, lalu diakui sebagaiwarisan dunia, yaitu sejak dinyatakan oleh UNESCO (PBB) sebagai “A Masterpiece of the Oral and Intangible heritage of Humanity” pada tgl 7 November 2003 di Paris Perancis.

Kresna
Dalamungkapan seorang aktifis urban sufism di Jakarta, Rani Angraini,“karena di sinilah peradaban luhur pertama umat manusia berawal, makadi sini pula peradaban umat manusia bangkit kembali dan berakhir dipenghujung zaman.” Wallahu ‘Alam bi shawab.


0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More