Sabtu, 01 Mei 2010

Ciri-ciri Seorang Psikopat

DOKTORJohn Clarke, doktor di bidang psikologi dari University of Sydney,Australia, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal,

mengingathari di saat dia seketika itu sadar bahwa mungkin ada sejumlah psikopatdi jutaan kantor di seluruh dunia. “Saya sedang menyampaikan kuliahpsikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Setelahselesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata “Anda baru sajamenggambarkan bos saya,” katanya kepada kantor berita Jerman (DPA).

Clarkejuga penulis buku The Pocket Pscyho yang berisikan panduan singkatbagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional menyatakan bahwapsikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan,atau pada kisah thriller. Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan,sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia. Penelitianmenyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalahpsikopat di tempat kenanya. Psikopat seperti itu ada di kantor besarmaupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.

Para psikopatbersembunyi melalui berbohong, mencurangi, mencuri, memanipulasi,mengorbankan, dan menghancurkan rekan kerja. Semuanya dilakukan tanparasa bersalah maupun penyesalan. Lebih dalam lagi, ia menilai, merekayang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis,karena kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah artikansebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatuyang dihargai melalui promosi, bonus, dan kenaikan upah.

Psikopattempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan,status, dan upah yang mereka inginkan. “Mereka berpikir layaknyapsikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras- kerasnya demi merekasendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkankorban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkankorbannya secara psikologis,” ujarnya.
Berikut ini beberapa ciri yang mungkin dapat menjadi isyarat adanya gangguan kepribadian psikopat:
1. Pada awalnya menampilkan sikap yang menarik, cenderung dibuat-buat, memesona, dan menebarkan sikap hangat. Inilah yang membuat orang mudah memercayainya, dan dengan kepercayaan itu mereka mencelakai atau menipu korbannya.
2. Beranggapan dirinya yang paling penting dan harus diistimewakan, semuanya berpusat pada dirinya, pokoknya untuk saya, pokoknya milik saya, pokoknya saya dan saya.
3. Sering memperlihatkan perlakuan yang impulsif (meledak-ledak), sulit menunda dan mengendalikan emosi. Kalau punya keinginan harus sekarang, kalau tidak akan marah atau mengamuk.
4. Hubungan pertemanan atau hubungan sosial yang singkat, sering ganti-ganti pasangan asmara atau ganti-ganti pekerjaan.
5. Sering berbohong, menipu, dan mengkhianati.6. Kurang tanggung jawab atas perbuatannya, beranimengambil keputusan berisiko dan tidak dapat belajar dari pengalaman,selalu diulang terus, meskipun telah diberi hukuman atau peringatan.
7. Kurang mampu merasakan perasaan orang lain, tidak peduli orang lain menderita.
8.Cenderung menyalahkan orang lain untuk apa yang telah dilakukannya.

Lima tahap mendiagnosis psikopat
1. Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokanini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekatpasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu kewaktu.
2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewatpemindaian menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaankesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitiangambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orangnormal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dinginmenunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yangrendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yangmembentuk kepribadian.
3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (TheAmerican Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual ofMental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukankepribadian antisosial.
4. Memerhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

Gejala-gejala psikopat
1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal.Psikopat sering pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusahatampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran,psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Sering kali pandaimengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohongmereka tak peduli dan akan menutupinya.
2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meskikadang psikopat mengakui perbuatannya, ia sangat meremehkan ataumenyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
5. Sikap antisosial di usia dewasa.
6. Kurang empati.
Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya.
7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untukpsikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik- buruknya tindakan yangakan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telahdiperbuat atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudahterpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadapkekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karenahal sepele.
9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
10. Manipulatif dan curang.
Psikopatjuga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidaksungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respons fisiologis yangsecara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tanganberkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar bagipsikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu, psikopat sering disebutdengan istilah “dingin”.
11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

Adaperbedaan antara kepribadian psikopat dan perilaku antisosial.Perbedaan itu ditunjukkan oleh intensitasnya. Psikopat berlangsungterus- menerus, dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Sedangkanperilaku antisosial hanya ditunjukkan pada momen-momen tertentu.Penderita psikopat biasanya laki-laki, tetapi tidak menutup kemungkinandiderita oleh kaum perempuan.

Banyakreaksi timbul di masyarakat akibat ketidaktahuan tentang penyembuhanpsikopat. Masyarakat mencoba melindungi diri melalui hukumperundang-undangan. Di Belanda, Undang-Undang Antipsikopat diluncurkandua kali pada abad ke-20 dan di tahun 2002. Demikian pula di AmerikaSerikat, hukum antipsikopat dimulai tahun 1930-an yang ditujukan padaSex Offenders. (Dadang Gusyana, S.Si. & Irna Safira Inayah, S.Si.)
 
 
 
 
 
source: http://skydrugz.blogspot.com/2010/04/ciri-ciri-psikopat.html

0 Komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More