Anonymous said...
Dipontianak pada tanggal 20 januari 2010 sekitar pukul 9-10 pagi wibterjadi ledakan seperti bom diangkasa, saya lagi berada didalam kantorsempat kaget beserta teman-teman yang lain. Setelah tanya sana-sini,dikatakan sebelum ledakan terlihat cahaya seperti kilat bewarna merah,kemudian terlihat gumpalan awan tebal berbentuk lingkaran. Ledakansangat kuat hingga terdengar keseluruh kota, dari koran setempat didapat pernyataan dari TNI AU bahwa telah terjadi sonic boom daripesawat tempur jenis Hawk 200 yang sedang latihan. Benarkah Hawk 200 bisa membuat sonic boom di ketinggian 30.000 kaki ?
January 21, 2010 11:18 AM
Jawaban :
Sonic Boom adalah sebuah gelombang kejut yang dihasilkan oleh pesawat atau objek lain yang bergerak dengan kecepatan supersonic.Gelombang kejut ini juga akan terdengar dalam bentuk suara ledakan.Sedangkan Istilah supersonic merujuk kepada kecepatan yang melebihi kecepatan suara.
Jika sebuah pesawat bergerak sama dengankecepatan suara, maka kecepatan pesawat itu disebut Mach 1. Jika iaterbang dua kali kecepatan suara, maka kecepatannya disebut Mach 2.Jika pesawat bergerak dengan kecepatan Mach 5 keatas, maka kecepatanitu disebut Hypersonic.
Padaketinggian 30.000 kaki temperatur udara menjadi lebih rendah.Temperatur yang rendah membuat kecepatan suara menjadi lebih lambat.Mach 1 pada ketinggian ini hanya berkisar pada 670 mil/jam. Tapi itutidak berarti sonic boom bisa lebih mudah tercipta. Hal ini dikarenakantemperatur yang rendah ini akan membengkokkan gelombang suara ke atas.
Jadisupaya sonic boom bisa terdengar sampai ke bumi, maka pesawat tersebutharus terbang di atas kecepatan Mach 1 lebih dari biasanya. Misal, padaketinggian 30.000 kaki, kecepatan suara adalah 670 mil/jam, namunsupaya suara sonic boom bisa terdengar ke bumi, maka pesawat tersebutharus bergerak dengan kecepatan 750 mil/jam atau Mach 1,12.
Kecepatan ini melebihi kecepatan maksimal Hawk 209 yang cuma 633 mil/jam.
Jadi, menurut saya, pesawat Hawk 209 tidak bisa menciptakan sonic boom.





0 Komentar:
Posting Komentar